Perang batin. Let’s say something about it.
Tanggal 27 Desember 2010, kurang lebih Pukul 22.00 suamiku membangunkanku dari tidur. Dia bilang aku harus minum obat, karena penyakitku sudah diketahui.
Ternyata sakit perut yang kuderita beberapa tahun terakhir ini karena aku menderita kanker rahim. Anehnya aku mendengar dengan perasaan biasa saja.
Sebenarnya sudah dari Agustus aku browsing soal gejala-gejala yang kualami, dari hasil aku surfing menjurus ke kanker rahim. Hanya belum ada hitam di atas putih aja. Jadi waktu aku mendengar kabar itu aku tidak shock, malahan suamiku lebih shock.
Aku memutuskan untuk mengatakan kepada suamiku bahwa tidak usah memberitahukan kepada orang tuaku, nanti saja kalau saatnya sudah tepat.
Aku minum obat tiga kali sehari. Sudah hari keempat aku minum obat. Obat yang kuminum harus habis dalam waktu 11 hari. Sesudah itu akan check ulang, kalau belum ada perubahan akan segera dilakukan tindakan.
Puji syukur masih stadium awal, jadi kemungkinan aku bertahan dan sembuh masih besar. Namun pada intinya, aku pasrah dan berusaha sekuat mungkin. Meski demikian biarlah TUHAN saja yang menentukan arah hidupku ini.
Tuhan,
aku bersyukur padaMu atas banyaknya kebahagiaan dalam hidupku, atas banyaknya berkat yang Kau karuniakan. Meskipun dari lubuk hatiku aku menyadari banyak ketidakpantasanku sebagai manusia dan sebagai hambaMu.
Ampunilah aku ya Tuhan dan karuniakanlah kekuatan dalam menghadapi apapun yang Kau berikan dalam hidupku. Amin
Pak Susilo mempunyai hobby memelihara burung merpati. Jangan salah, bukan merpati biasa, melainkan merpati balap. Persis seperti kuda balap gitu deh. Dirawat dengan baik, dimandikan dan dilatih setiap hari. Tentunya semua perlakuannya khusus. Terutama karena dari sekian banyak burung merpati yang dipelihara, ada satu yang sangat spesial karena juara balap diantara merpati lain. Banyak yang mengincar ingin mempunyai indukan merpati itu. Bahkan ada banyak yang berniat membeli dengan mengiming-imingi harga yang tinggi.
Bagi Pak sus, masalahnya bukan uang melainkan hobby dan kepuasan. Hobby dimana beliau mendapatkan kesenangan dengan bercengkerama dengan merpari-merpatinya. Kesenangan merasakan kepuasan saat merpati-merpatinya memenangkan perlombaan.
Namun suatu hari kesenangan tersebut harus dijual. Pak Susilo mempunyai anak semata wayang yang baru belum genap berusia 3 tahun, gadis kecil yang sangat dia sayangi melebihi merpatinya, Ika namanya. Si kecil kejang-kejang dan panas tinggi (step istilah umunya orang-orang). Panasnya begitu tinggi. Bu Susilo langsung membawa Ika ke rumah sakit Negeri di Semarang. Saking paniknya hanya mengenakan daster. Malahan budhenya Ika berlarian memakai sandal jepit yang bukan pasangan (selen istilah jawanya). Karena tidak memiliki kendaraan pribadi mereka naik bus umum menuju ke rumah sakit. Bus begitu penuh sesak. Namun tak seorangpun dengan kerelaan hati memberikan tempat duduknya untuk mereka.
Belum lagi kepanikan luar biasa menghinggapi keluarga tersebut, masih ditambah lagi harus menerima cacian dari perawat UGD.
“Anak wis dadi bathang kok digawa rene” (anak udah jadi mayat kok dibawa kemari)
Budhe dan Bu Sus hanya terdiam dan pasarah sepenuhnya pada kehendak TUHAN. Akhirnya si kecil Ika segera mendapatkan perawatan dari tangan-tangan terampil di rumah sakit tersebut. Selesai dari UGD, Ika dipindahkan ke ruang perawatan insentif. Berhari-hari selang-selang terpasang hampir di setiap lubang tubuhnya. Ika kecil, kelihatan tidak berdaya. Dan biaya rumah sakit terus menerus membengkak, karena Ika memerlukan perawatan khusus. Akibat panas, kemampuan motoriknya terganggu. Ika harus menjalani fifoterapi setelah masa kritisnya usai. Harus kembali belajar berjalan dan berbicara. Padahal tadinya Ika sangat ceriwis. Dokter bilang bahwa harap pasrah pada kehendak Tuhan. Semoga Ika kecil dapat pulih meskipun peluangnya tipis.
Pak Susilo menginginkan yang terbaik untuk putri kecilnya. Beliau menjual merpati balap kesayangannya. Ternyata satu merpati cukup untuk membayar semua biaya rumah sakit.
Ketulusan dan keikhlasan hati Pak Susilo tidka bertepuk sebelah tangan. Meskipun butuh waktu lama, si kecil Ika kembali normal.
Dokter berkata “Anak bapak hebat dan cerdas, bisa bertahan dengan baik dalam kondisi seperti itu”.
Bagi Pak Susilo yang terpenting dia masih bisa mendampingi dan merawat putrinya.
Saya, Ika, sangat bersyukur memiliki beliau dalam hidup saya. Seorang Papa yang luar biasa memperjuangkan yang terbaik untuk anak-anaknya (kami akhirnya jadi 3 bersaudara, dan saya bukan anak semata wayang, tapi masih putri semata wayang, karena adik-adik saya laki-laki semua. He…he…)
Beliau adalah laki-laki dan Papa yang sangat luar biasa bagi saya. Banyak nilai-nilai hidup yang beliau tuturkan tanpa bermaksud menggurui. Banyak yang diteladankan tanpa bermaksud memerintah. Tks God for loving me and taking care me.
Love You, Dad. I Love you full.
Meskipun manusia mengalami kemajuan luar biasa, tapi pada dasarnya dalam hati tidak ada yang berubah! Dalam hidup bisa saja kita berpikir semua sudah berjalan lancar, berjalan sesuai yang diharapkan, terkadang hidup akhirnya menaruh satu belokan kecil. Hanya satu! Namun menimbulkan takdir yang berbeda.
Silahkan ceritakan apa saja yang Anda alami dengan hal itu: Free Of charge kok….
I can almost see it
That dream I’m dreaming but
There’s a voice inside my head sayin,
You’ll never reach it,
Every step I’m taking,
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking but I
Got to keep trying
Got to keep my head held high
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
The struggles I’m facing,
The chances I’m taking
Sometimes they knock me down but
No I’m not breaking
The pain I’m knowing
But these are the moments that
I’m going to remember most yeah
Just got to keep going
And I,
I got to be strong
Just keep pushing on,
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
THE CLIMB LYRICS – MILEY CYRUS
Saya menyimak dan mendengarkan lagu itu, saat sedang bersantai di rumah sambil bercengkerama dengan buah hati saya, Aimee… Firts time, tertegun mendengarkannya, kemudian mencermati dan akhirnya bagai dilecut cambuk oleh seseorang.
Apapun usaha kita bisa dipastikan kita melakukannya tidak semata-mata karena rutinitas, melainkan ada sesuatu di depan yang hendak kita capai. Yah, pencapaianlah yang sedang kita tuju bersama-sama, terlepas dari mana saja starting point kita dan kemana arah pencapaian yang kita tuju. Ada kalanya dalam melangkah menuju pencapaian tersebut, langkah kita menjadi tidak konsisten, keyakinan kita untuk mencapainya goyah atau bahkan kita merasa tanpa arah dan kehilangan arah untuk menuju pencapaian.
Dalam hal ini yang sebaiknya dilakukan adalah tetap mencoba, kita tidak harus memenangkan pencapaian tersebut, tidak dituntut untuk berhasil meraihnya. Pastinya, kita berkewajiban terhadap diri kita masing-masing untuk mencoba. Bila gagal? Tenang saja, kawan! Sebab masih banyak gunung lain menunggu untuk ditaklukkan. Bukan masalah seberapa cepat kita berhasil mencapai puncak, melainkan ini tentang proses pencapaian dan proses belajar.
Manusia hidup, pastilah bercita-cita, bermimpi dan berharap. Dalam usaha kita meraih semua itu, seringkali kita merasa kita hampir…… mencapainya. eh, tidak tahunya ada alarm di kepala kita yang tiba-tiba membisikkan bahwa kita tidak akan meraihnya. Kita jadi goyah, putus asa, ganti haluan, hilang arah. Dan melakukan serta memikirkan segala sesuatu dengan menyakiti diri sendiri dan akhirnya terpuruk. Hey, tidak perlu begitu donk! Remember, masih banyak mimpi lain yang bisa dikejar. Teruslah bermimpi, teruslah berusaha meraihnya. Percayalah, suatu hari nanti tanpa Anda sadari Anda sudah di puncak dan merasakan indahnya perjuangan Anda selama ini. Siapa bilang tidak boleh menengok ke belakang? Bodoh benar! Tengoklah ke belakang sekali-kali agar Anda yakin jalan yang Anda lalui sudah benar. Tengoklah ke belakang sekali-kali, agar Anda menjadi manusia yang tetap mawas diri dan bersyukur karena Anda telah berhasil melaluinya. Jangan menengok ke belakang untuk balik badan ya, Kawan. Its a big no..no.. !!!(he…he…) It’s not classy gentlemen, you know that?! Keep on moving and Never Give Up! Keep climbing and keep the faith.
Jangan seenaknya ganti mimpi ataupun cita-cita di tengah jalan. Maju terus! Istilahnya sampai menangis darah. Ingat, proses belajarnya yang kita cari. Setelahnya capai mimpi Anda yang lain, berdasarkan pengalaman dan proses belajar dari keberhasilan atau kegagalan impian Anda sebelumnya. Jangan takut bermimpi, dan yang terutama jangan takut memperjuangkannya. Karena kita tidak akan tahu apa yang menunggu di depan sana.
Gunung itu, kalau dilihat dari jauh tampak bagus, gagah. Malahan kalau di suku Jawa ada istilah Sri Gunung. Kurang lebih maksudnya dari jauh tampak elok, rupawan dari dekat yach begitulah…Bagi penggemar mount climbing, pastinya paham bahwa jika sekelompok orang berkumpul menuju puncak, pada akhirnya sifat seseorang akan kelihatan aslinya. Coba kenapa demikian? Menurut saya, kemauan untuk mendaki gunung dan mencapai memerlukan tekad dan semangat, bukan semata-mata kesenangan. Pada proses perjalanan mencapainya pastilah tim akan dihadapkan dengan permasalahan, dan cara mengatasi persoalan bagi setiap individu pastilah tidak sama. Dari situ sifat-sifat asli akan saling tampak satu sama lain. Ada yang pelit, ada yang sangat dermawan, ada yang cuek, dan ada yang sangat peduli. Dari semua itu, tujuan mereka sama… MENCAPAI PUNCAK. Jadi tidak masalah sifat Anda seperti apa, sepanjang karakter Anda kuat, kemauan ada, kesempatan terbuka, kenapa harus takut??? Go a head!
selamat mendaki dan menaklukan gunung Anda masing-masing. Keep on Moving! Keep Climbing! Keep the faith! GBU
Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkan meninggalkanmu
Ku merasa telah kehilangan
Cintamu yang telah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada
Asmara memisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu telah merasuk jantungku
Sejujurnya ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita
Takkan kusia-siakan kamu lagi
***** Kehilangan by Firman*****
Judul artikel saya kali ini terkesan agak keras, apalagi diawali dengan lagunya firman yang judulnya kehilangan, yang menginspirasi saya menulis catatan ini. Tak mengapa karena sesekali tidak ada salahnya membicarakan mengenai arti sebuah kehilangan. Dalam perjalanan hidup setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanye kehilangan. Tidak terbatas bentuk dan wujud juga situasinya. Alangkah disayangkan di saat kita kehilangan seseorang atau sesuatu kita merasa terpuruk atau yang paling ektrim menjadi desperate. Mari kita ulas tanpa terdengar keras.
Beberapa waktu yang lalu, saudara laki-laki saya kehilangan handphonenya. Harganya sih, tidak semahal ponsel branded di pasaran, namun demikian dia tetap mengusahakan ponselnya diketemukan dan ada yang dengan tulus hati mengembalikan padanya. Pasti perasaaannya sewaktu kehilangan yang pertama adalah sedih, menyesal, jengkel. Untunglah dia tidak berlarut dalam suasana demikian, dan memilih untuk optimis dengan mengirimkan pesan, agar jika ada yang berbaik hati menemukan dan membaca pesan tersebut bersedia dengan ringan hati mengembalikan ponsel itu. Tebaklah! Begitu menerima pesan sang penemu menonaktifkan nomor ponsel itu dan ponsel pun dapat dipastikan tidak kembali. Dan harapan untuk medapatkan kembali menjadi hilang berganti dengan pasrah.Dari hal sepele saja, kita bisa belajar bagaimana sebuah proses kehilangan itu terjadi, bagaimana pula seseorang mengatasi proses kehilangan, samapi belajar menerima.
Kalau menurut saya sih, kuncinya sepele saja kok. Jangan pernah merasa memiliki apapun dengan demikian Anda tidak akan pernah merasakan kehilangan apapun juga. Prinsipnya kita hidup di dunia, semua yang ada pada kita termasuk raga kita bukanlah kepunyaan kita. Namun meski demikian kita harus bertanggung jawab dalam menggunakannya. Percayalah, dengan menghargai apa yang ada pada kita, tanpa harus merasa memiliki dan merasa berhak akan apapun hidup kita akan terasa ringan dan nyaman. Walaupun ada ungkapan bahwa manusia harus mempunyai sense of belonging atau rasa memiliki agar manusia mau memelihara apapun anugrah yang diterimanya karena rasa tersebut.
Saya akan mencoba menggambarkannya untuk Anda. Misalnya ketika seseorang jatuh cinta terhadap orang lain, perasaan itu akan terus tumbuh menjadi besar jika diberikan perawatan yang baik. Terkadang sampai menyebabkan seseorang menjadi posesif tanpa mau menyadari hakikat cinta sebenarnya. Cinta tidak sama dengan ikatan, melainkan pengejawantahan respek kita terhadap pilihan hidup pasangan, meski apapun bentuknya sebuah hubungan pasti punya komitmen. Saya termasuk manusia yang mempercayai komitmen, dan saya tidak yakin bahwa cinta hari ini akan sama kadarnya dengan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan. Walau demikian saya meyakini pula bahwa keberadaan cinta tidak lantas serupa dengan kontrak yang bisa saya tagih dan minta pertanggungjawabannya di kemudian hari.
Menurut riset di Negara paman Sam cinta, hasrat atau romantisme berkaitan dengan sebuah reaksi kimia, dimana rasa cinta akan menghasilkan dopamine yang kemudian membuat seseorang memiliki persaan obsesif yang menggebu-gebu terhadap pasangannya. Meski demikian perasaan menggebu tersebutak akan menjadi pudar seiring berjalannya waktu. Hal ini dimungkinkan karena otak sudah menjadi terbiasa dengan stimulasi tingkat tinggi, ataukadar zat kimia yang ada sudah menurun. Butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk itu.
Memudarnya perasaan itu akan digantikan oleh perasaan terikat yang dihasilkan oleh oksitosin dan vasopressin. Dalam hal ini, vasopresinlah yang membuat jadi lebih tenang.
Tahukan Anda, mengapa berciuman acapkali menjadi awal dari sebuah hubungan? Dari yang pernah say abaca, ketika berciuman maka dua individu akan bertukar informasi kimiawi, fisikal maupun postural. Hormone testosterone yang dipertukarkan lewat saliva berlaku sebagai afrodisiak alamiah.
Asosiasi anatara cinta dan seks. Nafsu, hasrat cinta dan hubungan cinta yang telah lama berlangsung merupakan kekuatan yang terpisah. Nafsu bukanlah cinta, melainkan dikendalikan oleh reaksi kimia dalam otak yang sangat mendasar dan sederhana. Oleh sebab itu berbahaya sekali jika Anda sampai berani memutuskan one night stand dengan seseorang hanya untuk kenikmatan seksual. Sebab, hormon oksitosin dan vasopresin akan meningkat, dan anda harus siap dengan konsekuensinya. Keduanya memunculkan perasaan terikat, dan anda bisa sangat terlibat secara emosional dengan seseorang yang seberanya tidak sesuai.
Nah, dari sedikit ulasan tadi saya akan menarik benang merah dengan membagi pendapat saya mengenai bagaimana memiliki cinta secara dewasa. Saya akan mencoba menggambarkannya untuk Anda. Misalnya ketika seseorang jatuh cinta terhadap orang lain, perasaan itu akan terus tumbuh menjadi besar jika diberikan perawatan yang baik. Terkadang sampai menyebabkan seseorang menjadi posesif tanpa mau menyadari hakikat cinta sebenarnya. Cinta tidak sama dengan ikatan, melainkan pengejawantahan respek kita terhadap pilihan hidup pasangan, meski apapun bentuknya sebuah hubungan pasti punya komitmen. Saya termasuk manusia yang mempercayai komitmen, dan saya tidak yakin bahwa cinta hari ini akan sama kadarnya dengan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan. Walau demikian saya meyakini pula bahwa keberadaan cinta tidak lantas serupa dengan kontrak yang bisa saya tagih dan minta pertanggungjawabannya di kemudian hari.
Cinta harus dewasa, bukan lagi keinginan menggebu-gebu dan nafsu semata, ataupun perasaan yang berlebihan. Bisa digambarkan bahwa cinta adalah sebuah rute perjalanan ke masa depan yang harus ditempuh penuh toleransi. Harus memelihara rasa bahwa pasangan kitalah yang terbaik.
Selamat buat Anda yang berhasil memperjuangkan dan memiliki cinta yang demikian.
Happy new year every body in the world! Salam hangat dari saya, kiranya kebahagiaan akan melingkupi Anda semua di sepanjang Tahun 2009. Apapun kata ramalan, baik shio, zodiac, hari lahir pastikan Anda mengawali awal tahun ini dengan doa dan keoptimasan.Saya ingin membagi kisah dan pengalaman saya kepada Anda semua.
Cerita ini terinspirasi sewaktu saya merayakan pergantian tahun 2009 ke tahun 2010. Di penghujung tahun 2009 saya mempersiapkan barbeque party bersama suami, yang notabene merupakan budaya kami dari tahun ke tahun. Sehari sebelum acara dimulai kami berbelanja sesuai dengan daftar kebutuhan yang diperlukan untuk acara tersebut. Bahan utama seperti top sheed daging sapi, sosis sapi (kami tidak makan ayam, karena kebetulan kami menganut pola hidup sehat berdasarkan golongan darah, dimana golongan darah kami sama-sama B), mentega, buah-buahan segar untuk salad, mayonise, yoghurt, susu cair, minuman soda, dan masih banyak lagi.
When The day comes, kami mulai preparation di sore hari sepulang kerja. Setelah sebelumnya kami membeli bahan lain yang dirasa perlu untuk semakin memeriahkan acara tersebut. Awalnya ada rekan yang menjanjikan membawa seafood, namun beberapa saat dia mengabarkan tidak dapat datang karena sakit. Karena kabar yang mendadak kami berdua putar otak, dan akhirnya pergi ke swalayan terdekat untuk membeli udang, cumi-cumi, keju, kecap. Kamipun tiba dirumah sudah petang dan dengan memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk mepersiapkan segalanya sebelum tamu dating. Finally we did it!
Dan kemudian saya tersadar akan suatu hal. Saya merasa apa yang saya lakukan tidak seribet dan tidak sesulit tahun-tahun sebelumnya. Intinya saya jadi mempunyai pandangan yang akan saya bagi dengan Anda semua. Ternyata dalam menghadapi ataupun mempersiapkan segala sesuatu tidak harus dipersiapkan dalam waktu yang lama untuk bisa berhasil. Melainkan dengan pengalaman yang kita miliki, akan semakin membuat kita pandai dalam mempersiapkan atau menjalaninya. Bukan berate saya mengecilkan pentingnya persiapan yang terorganisir dan lama. Namun di sini saya ingin menekankan bahwa apapun pengalaman Anda nikmatilah dan pelajarilah setiap bagiannya dengan baik. Karena jika suatu saat Anda dipercaya untuk melakukan hal besar, akan dengan gampangnya Anda menghadapinya. Itulah pentingnya berlatih. Jadikan pengalaman Anda sesuatu yang luar biasa dan hargailah seberapapun buruk baik hasilnya. Dan jadilah lebih baik saat diberikan lagi kesempatan!
Selamat menjalani tahun ini dengan semangat dan positive thinking. Just remember, learning by doing and thinking. GBU every body.
Banyak pilihan dalam kehidupan kita, tapi seringkali kita merasa gak ada lagi yang bisa dipilih alias “buntu” atau orang jawa bilang “mentok”. Pada akhirnya kita memutuskan untuk berada pada zona kenyamanan, situasi dimana kita merasa comfort, tidak merasa tertekan dan tidak perlu banyak berpikir keras. But, I want asking all of you something! Benarkah zona kenyamanan akan membuat selamanya kita merasa nyaman, or just in time???
Seorang kerabat pernah membuat status di fb-nya, dimana dia menanyakan apakah salah mencintai jika berbeda suku? Stupid question I thought. But wait! Setelah saya cerna beberapa waktu kemudian saya merasa prihatin dengan statusnya. Sebelumnya tulisan saya ini bukan bermaksud SARA, melainkan sudah saatnya kita menjadi manusia yang lebih cerdas di tengah dunia yang dinamis ini.
Let’s see! First, dari awal kita dihadirkan ke dunia tidak pernah memilih lahir sebagai suku apa, beragama apa, berkebangsaan apa even our gender. Tapi mindset yang terus diturunkan dan menjadi warisan turun temurun adalah manusia lebih senang membuat labirin untuk diri mereka. Menspesialkan diri dan membentuk kelompok, karena pada prinsipnya manusia itu tidak mau kalah satu sama lain dan selfish. Walaupun I trusth tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri tanpa orang lain, sehebat apapun orang itu.
Tapi sebelum kita menghakimi dan menyalahkan pendahulu dan warisan yang kita terima mari kita bedah secara lebih dalam lagi. Coba kita cerna, taruh kata saya dilahirkan dalam suatu suku, kasta atau level kekayaan dan keyakinan tertentu yang dari kecil sudah banyak mengerti hal-hal yang saya pelajari dari lingkungan dimana saya tinggal. Secara otomatis ada suatu mindset yang menjadi bagian dari hidup saya. Jika suatu hari saya bertemu dengan orang yang saya cintai dengan keadaan dimana ada suatu perbedaan yang bagi pandangan banyak orang sangat mendasar, dan sudah menjadi bagian mindset saya juga mau tidak mau saya berpikir ulang terhadap perasaan saya. Meskipun ada pertentangan dalam batin saya, apakah saya akan mempertahankan cinta saya ataukah lebih puas dengan zona kenyamanan dengan cara mencari orang lain untuk dicintai yang tidak berbeda dengan mindset yang saya anut. Dengan demikian saya boleh merasa nyaman dengan kondisi hidup saya dan tidak perlu menghadapi pertentangan yang barangkali akan timbul dari lingkungan dimana saya dibesarkan. Tapi kalau mau jujur dan berpikir lebih dalam lagi pantaskah yang kita lakukan? Saya katakan ini bukan perkara pantas atau tidak pantas melainkan ini adalah PILIHAN. Beranikah kita memilih??!! Atau sudah cukup puaskah kita dengan zona kenyamanan yang kita ciptakan? Atau maukah kita memberanikan diri untuk keluar dari zona itu?
Sebelum Anda memutuskan akan saya beri gambaran resikonya jika Anda memilih keluar dari zona kenyamanan yang Anda miliki. Pertama dan tak lain pasti banyak pertentangan maupun cibiran yang akan Anda terima. Tak perlu khawatir, itu hanyalah untuk sementara kok. Kalau Anda berhasil membuktikan bahwa yang Anda pilih tepat dan membuat Anda bahagia semua cibiran itu hanya akan jadi angin lalu belaka. Lagipula perasaan Anda lebih penting dari apapun bukan? Tapi ingat catatan saya tadi Anda HARUS BERHASIL! Karena jika gagal???? Tidak perlu saya jawab.
Saran saya jangan pernah takut memutuskan, apapun keputusannya maju terus or stay in your Comfort Zone. Stay not means stuck. Itu hanyalah pilihan yang harus dipertanggungjawabkan, bukan pada siapapun tapi pada diri sendiri! Karena sebagai manusia siapapun Anda, Anda berhak bahagia! Anda diciptakan special dan unik, setiap orang punya keunikannya sendiri, tapi akan menjadi lebih baik jika dengan kehadiran Anda orang lain menjadi bahagia dan merasa special. What a beautiful life?
Sekali lagi saya tidak mensarankan Anda menjadi ”pemberontak” atau ”pengkhianat” untuk golongan Anda. Saya hanya ingin mengajak Anda berpikir lebih dalam lagi tentang berbagai pilihan dalam hidup ini. Karena hidup Anda tidak melulu tentang Anda melainkan juga menyangkut perasaan orang yang mencintai dan Anda cintai. Dan jika orang yang ada di sekitar Anda mencintai Anda, pastilah mereka mau mengerti apapun yang Anda putuskan dan Anda anggap baik untuk diri Anda. Namun Anda juga harus mengerti apa yang terbaik untuk semua orang.
Silahkan Anda menjalaninya dengan hati nurani Anda masing-masing. Yang jelas, marilah mulai dari diri sendiri untuk tidak menghakimi orang di sekeliling kita. Karena jika keadaan di sekitar kita tidak sesuai yang kita harapkan, wajib bagi kita untuk merenungkan kembali peran kita dalam hal itu. Jangan-jangan kita juga yang ikut andil menciptakan situasi tersebut. Atau barangkali kita hanya sebatas sebagai pencibir dan tidak melakukan apapun untuk memperbaiki keadaan tersebut. Berapapun usia Anda marilah kita senantiasa belajar menjadi bijaksana, dalam pemikiran dan tindakan kita. Tidak sekedar kata-kata bijak yang keluar dari mulut belaka. Karena hidup itu pilihan. Saya jadi ingat, bahwa saya pernah membaca buku yang berjudul ”Don’t sweat the small stuff” artinya kurang lebih jangan meributkan hal-hal sepele. Namun ada pendapat yang menyatakan jangan menyepelekan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil jika disepelekan bisa jadi bumerang!
Selamat menjadi manusia yang lebih baik, dan jangan takut untuk melangkah. Be brave my friends……………..
Manusia awal diciptakan ke dunia karena cinta Sang Tunggal. Awal mula manusia belajar mengenai cintapun dariNya. Dari satu hal itu saja dapat dirumuskan betapa dalam makna cinta itu sendiri. Banyak pendapat yang diungkapkan mengenai perasaan “CINTA”. Banyak yang beropini cinta tak harus memiliki, ada juga yang mengemukakan dengan bijaksananya bahwa cinta sejati rela melihat yang dicintainya bahagia meski tidak bersamanya. Sampai banyak lagu yang terinspirasi dari perjalanan cinta. Pernah ada yang mengatakan kepada saya “Kalau cinta jangan marah”. Di Alkitab bahkan ditulis tersendiri dengan demikian indahnya bahwa kasih itu murah hati, panjang sabar, tidak memegahkan diri, tidak sombong……….. Ah, terdengar indahnya, bukan?
Tanpa bermaksud melecehkan dan merendahkan pendapat siapapun tentang “CINTA” dengan ini saya bermaksud menggugat “CINTA”. Kenapa cinta tak harus memiliki, bukankah dengan memiliki kita bisa mencintai secara lebih sempurna? Kenapa harus berlagak baik bahwa dengan melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain maka kitapun akan bahagia karenanya? Saya menjadi semakin tak mengerti kenapa kita harus merelakan orang yang kita cintai bahagia dengan yang lain jika kita jadi merasa tersiksa karenanya? Aneh benar…..!!!!
Tapi saya merasa salut bagi Anda yang berhasil melakukannya. Hebat! Tapi sejauh ini saya tetap tidak habis pikir. Tapi demikianlah cinta itu. Ada seseorang yang pernah mengatakan kepada saya bahwa hati kita selalu memikirkan jalannya sendiri, tetap Tuhan yang menentukan arah langkah kita. Tuhan sudah memberikan kehidupan yang terbaik untuk masing-masing diri kita.
Mungkin pikiran partner saya tersebut ada benarnya. Tidak ada salahnya jika dalam menghadapi cinta kita kembalikan saja rasa itu kepada yang Empunya, kepada Dia yang karena cintaNya sudah menghadirkan kita di dunia ini. Barangkali sudah saatnya seharusnya kita naik kelas untuk belajar bab baru dalam mencintai.
Pertama-tama mungkin dengan mensyukuri apa yang saat ini sudah kita miliki. Jika kita sudah berhasil mensyukuri apa yang ada pada kehidupan kita saat ini, pasti tidak terlalu sulit untuk jatuh cinta dan mencintai apa yang kita miliki. Menghargai apa saja yang sudah kita peroleh. Insya Alla, cinta akan datang dengan sendirinya. Selamat mencoba memperlakukan cinta Anda masing-masing.
Saya untuk sementara akan tinggal disini saja menggugat “CINTA”, mencari keadilan sampai semampu dan sekuat saya. Never Give Up! Brave yourself everybody.
Terlepas dari semua makna Cinta tadi saya ingin sedikit berbicara atas nama Cinta saya :
Tersakiti hatiku jika senyummu bukan karenaku,
Perih dadaku jika bahagiamu bukan dariku,
Letih pikiranku jika aku tidak kau miliki
Purna jantungku saat kau tak terjangkau olehku
Hanya kelu tersisa, tak berdaya………..
Musnah…….
Hangus……..
Hancur tercabik! Sungguh Perih!
Maaf cintaku untukmu mungkin cinta yang egois!
Aku tidak tahu seperti apa cinta seharusnya
Karena aku mengenal cinta hanya darimu,tidak ada yang lain
Yang kutahu tak sanggup jika dirimu tidak menjadi milikku.
Apakah lebih baik jika kau tidak mencintaiku?
Katakan padaku seperti apa cintamu????
Cemburu…..

Klise memang kedengarannya, tapi saya percaya semua manusia pernah merasakannya. Tidak harus dikarenakan sutau hubungan, sebetulnya. Banyak alasan seseorang untuk merasa cemburu. Dan banyak cara yang dipakai untuk mengatasinya. Tergantung persoalan dan individu yang mengalaminya,sih.
Bagaimana dengan Anda?????????