I can almost see it
That dream I’m dreaming but
There’s a voice inside my head sayin,
You’ll never reach it,
Every step I’m taking,
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking but I
Got to keep trying
Got to keep my head held high
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
The struggles I’m facing,
The chances I’m taking
Sometimes they knock me down but
No I’m not breaking
The pain I’m knowing
But these are the moments that
I’m going to remember most yeah
Just got to keep going
And I,
I got to be strong
Just keep pushing on,
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
There’s always going to be another mountain
I’m always going to want to make it move
Always going to be an uphill battle,
Sometimes you going to have to lose,
Ain’t about how fast I get there,
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
THE CLIMB LYRICS – MILEY CYRUS
Saya menyimak dan mendengarkan lagu itu, saat sedang bersantai di rumah sambil bercengkerama dengan buah hati saya, Aimee… Firts time, tertegun mendengarkannya, kemudian mencermati dan akhirnya bagai dilecut cambuk oleh seseorang.
Apapun usaha kita bisa dipastikan kita melakukannya tidak semata-mata karena rutinitas, melainkan ada sesuatu di depan yang hendak kita capai. Yah, pencapaianlah yang sedang kita tuju bersama-sama, terlepas dari mana saja starting point kita dan kemana arah pencapaian yang kita tuju. Ada kalanya dalam melangkah menuju pencapaian tersebut, langkah kita menjadi tidak konsisten, keyakinan kita untuk mencapainya goyah atau bahkan kita merasa tanpa arah dan kehilangan arah untuk menuju pencapaian.
Dalam hal ini yang sebaiknya dilakukan adalah tetap mencoba, kita tidak harus memenangkan pencapaian tersebut, tidak dituntut untuk berhasil meraihnya. Pastinya, kita berkewajiban terhadap diri kita masing-masing untuk mencoba. Bila gagal? Tenang saja, kawan! Sebab masih banyak gunung lain menunggu untuk ditaklukkan. Bukan masalah seberapa cepat kita berhasil mencapai puncak, melainkan ini tentang proses pencapaian dan proses belajar.
Manusia hidup, pastilah bercita-cita, bermimpi dan berharap. Dalam usaha kita meraih semua itu, seringkali kita merasa kita hampir…… mencapainya. eh, tidak tahunya ada alarm di kepala kita yang tiba-tiba membisikkan bahwa kita tidak akan meraihnya. Kita jadi goyah, putus asa, ganti haluan, hilang arah. Dan melakukan serta memikirkan segala sesuatu dengan menyakiti diri sendiri dan akhirnya terpuruk. Hey, tidak perlu begitu donk! Remember, masih banyak mimpi lain yang bisa dikejar. Teruslah bermimpi, teruslah berusaha meraihnya. Percayalah, suatu hari nanti tanpa Anda sadari Anda sudah di puncak dan merasakan indahnya perjuangan Anda selama ini. Siapa bilang tidak boleh menengok ke belakang? Bodoh benar! Tengoklah ke belakang sekali-kali agar Anda yakin jalan yang Anda lalui sudah benar. Tengoklah ke belakang sekali-kali, agar Anda menjadi manusia yang tetap mawas diri dan bersyukur karena Anda telah berhasil melaluinya. Jangan menengok ke belakang untuk balik badan ya, Kawan. Its a big no..no.. !!!(he…he…) It’s not classy gentlemen, you know that?! Keep on moving and Never Give Up! Keep climbing and keep the faith.
Jangan seenaknya ganti mimpi ataupun cita-cita di tengah jalan. Maju terus! Istilahnya sampai menangis darah. Ingat, proses belajarnya yang kita cari. Setelahnya capai mimpi Anda yang lain, berdasarkan pengalaman dan proses belajar dari keberhasilan atau kegagalan impian Anda sebelumnya. Jangan takut bermimpi, dan yang terutama jangan takut memperjuangkannya. Karena kita tidak akan tahu apa yang menunggu di depan sana.
Gunung itu, kalau dilihat dari jauh tampak bagus, gagah. Malahan kalau di suku Jawa ada istilah Sri Gunung. Kurang lebih maksudnya dari jauh tampak elok, rupawan dari dekat yach begitulah…Bagi penggemar mount climbing, pastinya paham bahwa jika sekelompok orang berkumpul menuju puncak, pada akhirnya sifat seseorang akan kelihatan aslinya. Coba kenapa demikian? Menurut saya, kemauan untuk mendaki gunung dan mencapai memerlukan tekad dan semangat, bukan semata-mata kesenangan. Pada proses perjalanan mencapainya pastilah tim akan dihadapkan dengan permasalahan, dan cara mengatasi persoalan bagi setiap individu pastilah tidak sama. Dari situ sifat-sifat asli akan saling tampak satu sama lain. Ada yang pelit, ada yang sangat dermawan, ada yang cuek, dan ada yang sangat peduli. Dari semua itu, tujuan mereka sama… MENCAPAI PUNCAK. Jadi tidak masalah sifat Anda seperti apa, sepanjang karakter Anda kuat, kemauan ada, kesempatan terbuka, kenapa harus takut??? Go a head!
selamat mendaki dan menaklukan gunung Anda masing-masing. Keep on Moving! Keep Climbing! Keep the faith! GBU