Perang batin. Let’s say something about it.
Tanggal 27 Desember 2010, kurang lebih Pukul 22.00 suamiku membangunkanku dari tidur. Dia bilang aku harus minum obat, karena penyakitku sudah diketahui.
Ternyata sakit perut yang kuderita beberapa tahun terakhir ini karena aku menderita kanker rahim. Anehnya aku mendengar dengan perasaan biasa saja.
Sebenarnya sudah dari Agustus aku browsing soal gejala-gejala yang kualami, dari hasil aku surfing menjurus ke kanker rahim. Hanya belum ada hitam di atas putih aja. Jadi waktu aku mendengar kabar itu aku tidak shock, malahan suamiku lebih shock.
Aku memutuskan untuk mengatakan kepada suamiku bahwa tidak usah memberitahukan kepada orang tuaku, nanti saja kalau saatnya sudah tepat.
Aku minum obat tiga kali sehari. Sudah hari keempat aku minum obat. Obat yang kuminum harus habis dalam waktu 11 hari. Sesudah itu akan check ulang, kalau belum ada perubahan akan segera dilakukan tindakan.
Puji syukur masih stadium awal, jadi kemungkinan aku bertahan dan sembuh masih besar. Namun pada intinya, aku pasrah dan berusaha sekuat mungkin. Meski demikian biarlah TUHAN saja yang menentukan arah hidupku ini.
Tuhan,
aku bersyukur padaMu atas banyaknya kebahagiaan dalam hidupku, atas banyaknya berkat yang Kau karuniakan. Meskipun dari lubuk hatiku aku menyadari banyak ketidakpantasanku sebagai manusia dan sebagai hambaMu.
Ampunilah aku ya Tuhan dan karuniakanlah kekuatan dalam menghadapi apapun yang Kau berikan dalam hidupku. Amin
Komentar
semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat kamu dan keluarga. kepada Tuhanlah kita mendapatkan semuanya….. GBU.
Tuhan pasti membimbing jalan hidup kita kalo kita yakin dan percaya…………semoga cinta kita selalu abadi…..amin cepat sembuh ya mom……muah